SEMARANG,22 juli 2010Tingginya genangan rob di Terminal Terboyo selama ini menyebabkan angkutan, bus dan penumpang enggan masuk ke dalam terminal. Mereka memilih menurunkan dan menaikkan penumpang di luar terminal sehingga membuat lalu-lintas di pertigaan Jalan Kaligawe semrawut. lapangan, sejak satu bulan terakhir kondisi Terminal Terboyo semakin memprihatinkan. Pasalnya genangan rob di dalam terminal semakin tinggi, bahkan lebih tinggi dari lutut orang dewasa. Padahal di kawasan tersebut telah disediakan rumah pompa untuk menyedot genangan di dalam Terminal Terboyo, namun hal tersebut tidak mampu mengatasinya. Meski demikian, beberapa penumpang dari dalam kota yang akan ganti bus luar kota, terpaksa harus masuk ke dalam terminal dan melewati genangan rob tersebut. Sedangkan beberapa penumpang ada yang lebih memilih untuk turun di depan pertigaan Kaligawe dan ganti bus selanjutnya. Indah Karunia (20), mahasiswi dari Yogyakarta mengaku, terpaksa masuk ke dalam terminal karena harus berganti bus jurusan Pati. Menurutnya, jika kondisi Terminal Terboyo dibiarkan seperti itu, akan semakin ditinggalkan, dan penumpang memilih berhenti di pinggir jalan. "Kalau tahu di dalam banjir seperti ini, saya tidak akan masuk. Lebih baik berhenti dan mencari bus di pertigaan. Rasanya jengkel sekali, karena saya harus menyopot sepatu dan melinting celana, agar tidak basah. Tapi ternyata genangan lebih tinggi, jadi celana saya basah," ungkapnya saat ditemui di Terminal Terboyo, Minggu (18/7) kemarin. Terperosok Dia berharap pemerintah Kota Semarang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, namun juga memikirkan nasib rakyatnya, seperti halnya kondisi Terminal Terboyo yang masih dianggap penting bagi sebagaian masyarakat. "Mungkin bagi orang kaya, tidak mungkin masuk terminal ini, tapi bagi masyarakat kecil seperti kami, sangat penting. Saya sangat berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengelola terminal lebih baik, sehingga genangan itu tidak terjadi lagi," kata mahasiswi PTS Yogyakarta ini. Lain halnya dengan Sintya. Karyawan perusahaan percetak buku ini lebih memilih berhenti di pertigaan Jalan Kaligawe dari pada masuk ke dalam terminal. Menurutnya, selain cepat mendapatkan bus, dia juga tidak kotor akibat berjalan di genangan rob. "Sebelum sering banjir, saya selalu ganti bus di dalam terminal, namun sejak tergenang rob berharihari, saya lebih memilih turun sebelum terminal dan mencari bus di pertigaan ini," katanya. Akibat kondisi terminal yang memprihatinkan tersebut, kini Terminal Terboyo semakin sepi dari penumpang juga hanya sedikit bus yang masuk ke dalam terminal. Terlebih jalan masuk atau pun jalan keluar terminal juga rusak parah. Banyaknya lubang mengganga yang cukup dalam itu, membuat bus sering terperosok karena jalan tidak bisa dipilih karena tertutup air tob. Akibatnya ban dan onderdil armada bus mudah rusak. Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung BM meminta pemerintah untuk memperhatikan Terminal Terboyo, kendati Terminal mangkang sudah beroperasi. Dia berharap rumah pompa yang sudah ada untuk dioperasikan secara optimal, sehingga dapat mengurangi genangan yang ada di dalam terminal. "Memang kondisi geografis di Terminal Terboyo lebih rendah dari pada daerah samping-sampingnya. Namun dengan adanya rumah pompa, harapannya dapat menyedot air yang menggenang di dalam terminal, sambil menunggu solusi tepat untuk terminal Terboyo," jelasnya |