SEMARANG,16 JULI 2010Perusahaan Li-k Negara (PLN) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Sragen memperkirakan kenaikan tarif dasar li-k (TDL) memicu peningkatan jumlah tunggakan pembayaran li-k di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. "Selama ini rata-rata jumlah tunggakan pembayaran li-k setiap bulan selama 2010 sebanyak Rp300 juta," kata Manajer PLN UPJ Sragen, Endro Wahyu Widodo, di Sragen, Jumat. Kondisi tersebut, menurutnya, lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang jumlah rata-rata tunggakan pembayaran li-k setiap bulan mencapai kisaran Rp700 juta hingga Rp900 juta. "Meskipun jumlah tunggakan pembayaran li-k pada 2010 lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kami memrediksi kenaikan TDL akan memicu kenaikan tunggakan pembayaran li-k untuk tarif pada Juli 2010," kata dia. Endro mengatakan, tunggakan pembayaran li-k biasa terjadi pada kalangan rumah tangga pengguna daya li-k di atas 900 volt ampere (VA) yang jumlahnya mencapai 120.110 rumah tangga di Sragen. "Untuk kalangan pengguna daya li-k di atas 900 VA lainnya, indu- dan pemerintahan yang jumlahnya mencapai 334 pengguna, tunggakan pembayaran hampir tidak pernah terjadi," kata dia. Saat ini, kata dia, pelanggan PLN yang menjadi pengguna daya li-k di atas 900 VA dan menjadi sasaran kenaikan TDL sebanyak sepuluh % berjumlah 5.292 dari total 135.681 pelanggan. "Sebenarnya ada sisi positif pada kenaikan TDL saat ini karena penghitungannya lebih 'fair' dengan hanya menghitung berdasarkan pemakaian minimal daya li-k yang dihitung Rp790 setiap kilowatt hour (KWH)," kata dia. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat Sragen jangan terlalu khawatir terhadap kenaikan TDL tersebut. Saat ini, lanjut dia, jumlah kerugian PLN Sragen yang rata-rata tiga miliar rupiah setiap bulan, salah satunya disebabkan oleh tunggakan pembayaran li-k. "Untuk mengurangi kerugian tersebut, kami meminta masyarakat untuk lebih sadar dalam membayar tunggakan li-k mereka," kata Endro Wahyu Widodo. |