SEMARANG,16 JULI 2010Empat pasar di Kota Semarang rawan menimbulkan kemacetan pada saat Lebaran 2010, karena dikhawatirkan menjadi "pasar tumpah". Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Ednawan Haryono, di Semarang, Kamis, menyebutkan, empat pasar tersebut yakni Pasar Mangkang, Pasar Karangayu, Pasar Peterongan, dan Pasar Banyumanik. "Kalau Pasar Bulu, tidak begitu membuat kemacetan karena pedagangnya sudah masuk ke dalam," katanya. Ednawan mengatakan, untuk menekan kemacetan dari empat pasar tersebut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak banyak "memakan" badan jalan. Ia menjelaskan karena pihaknya tidak memiliki kemampuan petugas yang melakukan penertiban, maka pihaknya bekerjasama dengan kepolisian, satuan polisi pamong praja (Satpol PP), camat, dan lurah setempat untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. "Dalam waktu dekat kita akan melakukan koordinasi untuk membahas mengenai hal ini," katanya. Di Kota Semarang terdapat 45 pasar, tiga pasar di antaranya bekerja sama dengan pihak swasta yakni Pasar Banjardowo, Pasar Gedawang, dan Pasar Meteseh. Ia menambahkan, berdasarkan keterangan rencana kota (KRK) Kota Semarang, ada pasar yang lahannya terkena proyek pelebaran jalan dan normalisasi sungai yakni Pasar Mrican. Luas Pasar Mrican saat ini 350 meter dengan 200 pedagang. Dinas Pasar Kota Semarang sudah mempersiapkan jika kemungkinan hilangnya Pasar Mrican tersebut. "Saat ini, Pasar Mrican masih dimanfaatkan. Akan tetapi jika kemudian, Pasar Mrican di kemudian hari terkena pelebaran jalan dan hilang, maka ada kemungkinan dijadikan satu dengan Pasar Kedungmundu," |