SEMARANG,20 JULI 2010Soemarmo dan Hendi Hendrar Prihadi, Senin (19/7) dilantik Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo atas nama Presiden sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang untuk masa jabatan 2010-2015. Dalam acara pelantikan yang merupakan agenda tunggal Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Semarang tersebut, Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam sambutannya mengingatkan bahwa Semarang berkedudukan sebagai Ibukota Jateng, sehingga harus menjadi contoh bagi kabupaten/kota yang lain. "Kota Semarang adalah Ibukota Provinsi Jawa Tengah, sekaligus sebagai pintu gerbang atau wajahnya Jateng," tegas Bibit dan mengulang kalimat tersebut sampai tiga kali. Ia mengatakan karena sebagai Ibukota Provinsi Jateng, seperti halnya DKI Jakarta yang menjadi Ibukota Indonesia, maka harus bisa menjadi contoh dalam segala hal, baik itu kebersihan dan fasilitasnya. "Kota Semarang harus menata diri supaya menjadi kota yang menjadi kepercayaan untuk menanamkan investasi. Kalau jadi kepercayaan investasi, maka akan ada pertumbuhan ekonomi, sehingga muncul lapangan pekerjaan dan rakyat sejahtera," katanya. Kota Semarang, lanjut Bibit, harus mewujudkan sebagai Kota Atlas yakni aman, tertib, lancar, asri dan sehat. "Jangan ada lorong yang kumuh. Jika di masing-masing rukun tetangga (RT) saluran airnya bersih, maka tidak ada rob," katanya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dari tingkat paling bawah, yakni RT, RW, lurah, camat, harus turun tangan dan bekerja dengan semangat di antaranya dengan membersihkan lingkungan dari sampah dan membunuh jentik-jentik nyamuk. Pada awal sambutannya, Gubernur Jateng Bibit Waluyo sempat salah menyebutkan nama mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip dan disambut tawa dari para hadirin rapat. "Yang kami hormati Sutarip Sukawi," kata Bibit saat masih mengawali sambutannya. Mendengar kesalahan penyebutan nama tersebut, para hadirin tertawa dan Bibit Waluyo hanya terdiam sesaat dan kemudian sempat melontarkan kata apa, dan setelah menyadari dirinya salah, Bibit pun meminta maaf. "Mohon maaf Pak. Ini tanda 'tresnonya' kata Bibit yang disambut senyum oleh Sukawi Sutarip. Bukan hanya nama Sukawi Sutarip, Bibit juga sempat salah menyebutkan nama Wakil Wali Kota Semarang yang baru dilantiknya, Hendi Hendrar Prihadi. Bibit menyebut kata Hendar, akan tetapi kemudian meralatnya dengan menyebutkan nama yang benar Hendrar dan mengaku kesalahan tersebut lebih untuk mengetahui tingkat perhatian hadirin. |