SEMARANG, 21 JULI 2010Warga Kecamatan Gunem dan Sale, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjual tabung elpiji ukuran tiga kilogram, menyusul maraknya pemberitaan media tentang ledakan tabung tersebut. Supardi (36), warga Desa Gunem di Rembang, Minggu, mengatakan niatnya untuk meninggalkan aktivitas memasak dengan elpiji karena dirasa kurang aman. "Apalagi di Desa Nglojo Kecamatan Sarang pada Juni lalu juga ada kasus ledakan tabung gas yang melukai dua orang. Saya putuskan untuk kembali menggunakan kayu bakar dan sesekali kompor minyak." ungkapnya. Dia mengaku sudah menjual tabung gas elpijinya pekan lalu, karena sudah ada pembeli. "Memang ada orang yang cari. Saya jual daripada tidak saya gunakan. Kata pembeli tabung saya, akan dijual lagi ke daerah Kabupaten Blora dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur." katanya. Adi Priyanto (28), salah satu kepala urusan (Kaur) Pembangunan Desa Bitingan, Kecamatan Sale membenarkan adanya sikap nekad warga itu. Dia mengatakan, sedikitnya 100 kepala keluarga (KK) di Dusun Ngeso desa itu juga sudah menjual tabung gas miliknya sejak sebulan terakhir. "Saya pernah berupaya melarang warga dengan menakut-nakuti. Saya katakan, pihak desa tidak akan tanggung jawab bila ada sanksi dari pemerintah, tetapi tidak dihiraukan," ujarnya. Sementara itu, Kepala Seksi Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang, M Chamim, mengatakan dirinya pernah menjumpai aksi warga yang menjual tabung gasnya. Tapi, dia mengaku tak bisa berbuat banyak ketika warga mengatakan takut menggunakan gas elpiji dengan alasan tidak mau menjadi korban ledakan seperti pemberitaan di televisi. "Mereka pernah kita tegur, tetapi warga malah memilih menjual dan mempersilakan kami memberi sanksi bila itu ada. Menurut mereka, menjual lebih baik daripada merelakan keselamatan dirinya," katanya menegaskan. Dinas, katanya, akan kembali mengintensifkan sosialisasi penggunaan tabung gas dengan benar untuk mengurangi aksi serupa di tempat lain. |