BERITA TERKINI
Berita Hangat
DISDIK IMBAU SMK FAVORIT BERSEDIA BERBAGI PERALATAN
SEMARANG,29 JULI 2010

Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jawa Tengah, mengimbau sekolah menengah kejuruan negeri favorit yang memiliki peralatan lengkap bersedia berbagi dengan sekolah swasta serupa yang minim peralatan.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Semarang, Soedjono di Semarang, Rabu, cara tersebut dapat memeratakan kualitas pembelajaran, terutama jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Selama ini, banyak SMK swasta yang minim peralatan sehingga mereka terpaksa menggunakan peralatan di sejumlah perusahaan dengan sistem sewa yang tentunya menghabiskan biaya besar," katanya.

Hal itu, katanya, berimbas pada pembebanan biaya sewa peralatan pada orang tua siswa, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk keperluan sewa peralatan cukup besar.

"Bagi SMK swasta yang memiliki siswa golongan masyarakat ekonomi menengah ke bawah tentunya akan menyulitkan karena mereka pasti tidak akan mampu menanggung biaya sebesar itu," katanya.

Karena itu, kata dia, pihaknya tengah merencanakan upaya kerja sama penggunaan peralatan di SMK favorit yang memiliki peralatan cukup lengkap, terutama peralatan besar yang harganya mahal.

Soedjono menilai sejumlah SMK negeri di Semarang telah memiliki peralatan tergolong lengkap sesuai program keahlian yang dimiliki sekolah tersebut, misalnya mesin grafis yang dimiliki SMK Negeri 11 Semarang.

"Nantinya, SMK-SMK yang memiliki program keahlian teknik grafika dan belum memiliki peralatan memadai terkait grafika bisa menggunakan peralatan di SMK Negeri 11 Semarang," katanya.

Demikian juga dengan SMK-SMK negeri yang memiliki peralatan lain yang memadai, lanjutnya, bisa berbagai jenis mesin yang dimiliki SMK Negeri 1, SMK Negeri 4, dan SMK Negeri 7 Semarang.

"Para siswa di SMK swasta bisa menggunakan peralatan di SMK negeri secara bergantian, sebab hal itu dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan siswa dibanding menyewanya ke perusahaan," katanya.

Namun, kata dia, hal tersebut hanya diperuntukkan bagi SMK tertentu yang membutuhkan peralatan besar untuk menunjang pembelajaran karena setiap SMK memiliki program keahlian unggulan yang berbeda.

"Kalau program keahlian terkait pariwisata atau tata boga tentunya tidak membutuhkan peralatan besar, seperti mesin yang harganya mahal, berbeda dengan program keahlian teknik otomotif dan grafis," katanya.

Ia mengakui memang tidak mudah untuk merealisaikan rencana kerja sama tersebut, sebab belum tentu SMK-SMK negeri yang ditunjuk bersedia untuk meminjamkan peralatannya kepada sekolah lain.

Akan tetapi, kata dia, pihaknya akan membicarakan rencana itu dengan berbagai pihak, di antaranya Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMK dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMK.

"Kalau disetujui, kami akan memetakan SMK negeri mana yang memiliki peralatan tertentu yang canggih, serta SMK-SMK swasta yang memiliki program keahlian tertentu tetapi minim peralatan," kata Soedjono. s

HOT LINK