| Berita Hangat |
| PETANI KENTANG DI BANJARNEGARA KEKURANGAN BIBIT UNGGUL |
|
Purwokerto, 4 Pebruari 2010 Petani kentang Batur Banjarnegara kekurangan bibit kentang unggul jenis Granola. Kebutuhan bibit unggul untuk kentang jenis Granola sebesar 12 ribu ton per tahunnya baru dapat dipenuhi sebanyak 300 ton. Kekurangan bibit kentang terjadi karena suplai bibit kentang unggul untuk wilayah Banjarnegara dipenuhi dari suplai kebun Bibit luar daerah. Kekurangan bibit unggul kentang tersebut karena suplia bibit kentang unggul untuk wilayah Banjarnegara dipenuhi dari suplai kebun bibit luar daerah. Kasi Hortikultura Dinas pertanian perternakan dan perikanan Banjarnegara Ir. Suparji untuk mengatasi keterbatasan jumlah pasokan diperlukan kebun bibit sendiri, sehingga memungkinkan untuk menjaga kontuinitas suplai bibit. Kebutuhan bibit unggul untuk kentang jenis Granola sebesar 12 ribu ton per tahunnya baru dapat dipenuhi sebanyak 300 ton sehingga masih ada kekurangan bibit 11 ribu 700 ton pertahunnya. Dan selama ini untuk mengatasi kekurangan itu masih menggunakan hasil produksi petani yang kualitasnya masih kurang bagus. Pembangunan kebun bibit yang diupayakan pemerintah nantinya dapat memenuhi kebutuhan petani. Dan dengan pasar yang masih terbuka luas, suplai bibit kentang unggul ini menjadi sangat penting. Ditambahkan Suparji untuk mengejar kebutuhan pasar dan prospek pertanian kentang ke depannya, pembangunan kebun bibit sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Bila kebun bibit dibangun, ada jaminan ketersedian suplai bibit kentang dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ditambahkan Suparji daerah yang saat ini menghasilkan kentang diantaranya di kecamatan Batur, pejawaran. kentang unggul yang dapat diekspor adalah kentang yang bebas hama penyakit, varietas granola, bentuknya bulat, ukuran umbi antara 6 hingga 10 per kilogramnya. Untuk pangsa pasar selama ini untuk kota kota besar seperti Jakarta Surabaya dan diekspor ke Singgapura. Selain kentang Granola Kabupaten Banjarnegara juga sedang dikembangkan untuk jenis kentang Atlantik sebagai bahan dasar makanan ringan. (AN)
|


