BERITA TERKINI
Berita Hangat
DUGDERAN DI KAWASAN JOHAR DAN MAJT
SEMARANG,28 JULI 2010

Pelaksanaan dugderan yang dimulai 1-12 Agustus mendatang diputuskan tetap di dua lokasi seperti tahun sebelumnya. Satu lokasi Lokasi pestama di sepanjang Jalan Agus Salim, Johar yang dimulai dari depan Hotel Dibya Puri, kemudian lokasi kedua di pintu keluar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), tepatnya Jalan Soekarno - Hatta.

Hal itu diputuskan setelah Dinas Pasar Kota berembuk dengan instansi terkait, seperti kepolisian, TNI, Satpol PP, Dishubkominfo Kota, Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota, serta pengurus MAJT dan Masjid Agung Kauman.

Ini semata-mata untuk melestarikan tradisi semarangan dan mengikuti prosesi kirab Warak Ngendok yang melibatkan wali kota sebagai penanda awal dugderan dari Balai Kota ke Masjid Agung Kauman, kemudian dilanjutkan ke MAJT.

Berkaitan itu, telah disusun pula pola pengalihan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan parah saat berlangsung dugderan. Pengalihan arus itu diberlakukan mulai Jumat (30/7).

Arus lalu lintas dari Jalan Pemuda nantinya dialihkan melewati Jalan Kolonel Sugiono, sedangkan arus lalu lintas di Jalan Soekarno - Hatta tidak dialihkan, karena pedagang dugderan akan ditempatkan di sepanjang trotoar (bukan di lapangan belakang MAJT).

Lalu Lintas

Menurut Kepala Bidang Pedagang Kaki Lima Dinas Pasar Kota, Satrio Imam, pengalihan arus lalu lintas diberlakukan lebih awal guna mengakomodasi para pedagang dugderan memersiapkan dagangan, selain pembuatan lapak 2x3 meter. “Supaya pengguna jalan juga tak terganggu dengan persiapan itu.”

Pihaknya memersiapkan 400 lapak pedagang di Johar dan 160 lapak di belakang MAJT. “Sebelum menempati lapak, para pedagang harus membayar retribusi sewa lahan dan kebersihan,” ujarnya.

Selain itu, masalah keamanan juga menjadi perhatian. “Jangan sampai pada dugderan kali ini masih banyak masyarakat yang mengeluh kehilangan barang-barang berharga dan kendaraan bermotor,” terang Imam.

Dinas Pasar akan mendirikan tiga pos keamanan yang dijaga aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dishubkominfo Kota dengan sistem penjagaan dua shift selama 24 jam di samping Hotel Dibya Puri, samping Shopping Centre Johar, dan tepat di pintu keluar kawasan MAJT.

Imam menyebutkan, Dinas Pasar mengakomodasi keluhan pemilik toko sepanjang Jalan Agus Salim. “Mereka tetap diberi akses, meski sedikit. Kami berharap mereka tidak protes dan sudah seharusnya ikhlas, karena dugderan tidak tiap hari, hanya tradisi tahunan. Percayalah, ini bukan berarti mempersempit rezeki pemilik kios.”

Sementara Budi, salah seorang pemilik kios di Jalan Agus Salim menyatakan, keberatan dengan pengaplingan dan pendirian lapak di sepanjang jalan itu. ‘’Sebelumnya kan sudah disepakati bebas dari arena dugderan. Surat keberatan telah disampaikan kepada kepala Dinas Pasar,” ujarnya.

HOT LINK