SEMARANG,27 JULI 2010Ngatimin, warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Jateng, yang meninggal dunia, Kamis (22/7), akibat ledakan elpiji 3 kilogram di Subang mendapat santunan Rp36 juta dari Pertamina Region II Wilayah Jawa Barat. "Santunan tersebut dari Pertamina Region II Jawa Barat yang diwakilkan kami Pertamina Region II Wilayah Yogyakarta, Banyumas, dan Surakarta," kata Sales Representatif Gas Domestik (Gasdome) Rayon II, Ana Dewi Lestari di Sukoharjo, Senin. Menurut dia, santunan yang diberikan merupakan sebuah konsekuensi Pertamina dari risiko kecelakaan yang terjadi akibat ledakan elpiji 3 kilogram program konversi pemerintah. "Santunan tersebut sebenarnya berjumlah Rp39 juta, tetapi yang Rp3 juta sudah diberikan waktu kejadian di Subang, dan Rp36 juta tersebut berasal dari berbagai komponen, yakni asuransi, rumah sakit, dan tali asih untuk biaya pemakaman," katanya. Dia mengatakan, dana dari asuransi sebesar Rp22 juta, dana dari rumah sakit sekitar Rp12 juta, dan santunan biaya pemakaman sebesar Rp2 juta. "Sebenarnya semua kasus ledakan elpiji konversi akan mendapat perhatian dari Pertamina, asalkan kami mendapat laporan," kata dia. Menurut dia, namun besaran bantuan akan disesuaikan dengan jenis akibat yang ditimbulkan, kemudian untuk mengurus bantuan Pertamina, pihak korban harus terdaftar sebagai penerima konversi yakni ditunjukkan dengan kartu hijau yang didapat saat pertama dilakukan konversi. "Bila kartu hijau tersebut hilang atau terbakar saat terjadi kecelakaan, kami bisa melakukan pengecekan di database Pertamina, kalau tercantum otomatis asuransi bisa diurus," katanya. Menurut dia, dengan kejadian ini, pihaknya juga akan makin mengintensifkan sosialisasi tentang bagaimana prosedural yang tepat untuk mengatasi kebocoran elpiji. "Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan sosialisasi lagi kepada masyarakat bekerja sama dengan penerbitan di Solo," katanya. Sementara itu, Hartoyo, saudara sepupu Ngatimin, perwakilan dari pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian pemerintah, dan semoga santunan yang diperoleh bisa bermanfaat bagi semua. "Semoga setelah kejadian ini, bisa menjadikan pelajaran bagi kita supaya lebih waspada dan hati-hati sehingga tidak terjadi pada orang lain lagi," kata Hartoyo. |